Minggu, 20 Januari 2013

Baju Tak Rapi, Murid Di Jap



 
Lamongan - Di tengah gencarnya pembahasan peningkatah mutu pendidikan, alokasi dana baik dari APBD maupun APBN terus digelontorkan untuk kemakmuran guru, namun di lamongan hanya gara-gara tidak memasukkan baju Junaidi Rifansah (15).  Siswa kelas sembilan SMP Negeri 1 Deket, yang berada di desa deket wetan, kecamatan deket, lamongan, dipukul gurunya hingga berdarah dan sakit kepala.(17/1/2013)

Kejadian pemukulan berawal saat junaidi yang usai mengkuti olah raga berganti seragam untuk mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas sekitar jam 09:00 wib. Namun didepan kelas, Budi Pranoto menghadang lantas korban tanpa basa-basi langsung diberi bogem mentah dilayangkan ke kepala Junaidi sembari marah-marah dengan alasan seragamnya tak rapi.

Junaidi pun berdarah sampai sangking banyaknya darah yang keluar korbanpun mengusapkan ke tembok kelasnya, dan menyebabkan Junaidi kepalanya pusing sehingga tidak masuk kelas selama dua hari. Sesampainya di rumah, ia kemudian menceritakan tindakan Budi Pranoto kepada ibunya. Pada waktu itu kakeknya datang dan tak terima, akhirnya kakek Junaidi, Naiman tak terima dan memutuskan untuk melaporkan ke Mapolsek Deket.
Sementara itu, ibu Korban, Sunarmi Tak mempermasalahkan dengan perlakuan Budi Pranoto kepada anaknya. " Saya tak mempermasalahkan, karena takut anak saya di keluarkan dari sekolah soalnya sudah kelas tiga," keluhnya.

Menurut Junaidi, " Waktu itu guru yang mengajar tidak ada sehingga saya dan teman-teman keluar dari kelas dan duduk di depan sesudah ganti baju olah raga, untuk menunggu guru yang akan mengajar," ujar Junaidi didampingi ibunya saat ditemui awak media, Sabtu (19/1/2013).

Akibat layangan bogem mentah Guru olah raga ini dari hidung junaidi keluar darah yang berceceran di dalam kelas, sementara itu Suko Nur Yahman kepala SMP Negeri 1 Deket membenarkan adanya pemukulan tersebut.

Sementara itu “Budi Pranoto kini tengah menjalani proses hukum oleh pihak kepolisian, jika terbukti melakukan tindak kekerasan yang berlebihan guru tersebut oleh dinas pendidikan kabupaten lamongan terancam dipecat,”. Ucap Agus Suyanto Kepala Dinas Pendidikan Lamongan

Peristiwa ini mestinya tak harus terjadi, sebagai seorang pendidik harusnya hanya memberikan peringatan ataupun sanksi saja dengan ulah siswanya yang hanya tidak memasukkan baju tidak malah memukulnya hingga berdarah-darah. (Fai)

Label: ,

Jumat, 11 Januari 2013

Bocah Tewas Tenggelam









Lamongan – Berhati-hatilah jika putra anda bermain di waduk, Gufron (10) Bocah laki-laki, warga Dusun Pule, Desa Bangkalan Pule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan tewas tenggelam saat berenang di waduk belakang ruko Pule, Jumat (11/1/2013).

Menurut Hery E, kerabat korban, siang itu korban bermain ke waduk bersama tewasnya bocah kelas VI siswa SDN Bangkalan Pule ini diduga karena tidak bisa berenang dan tenggelam di waduk Belakang ruko dengan kedalaman empat meter.

Mereka bermaksud hendak mandi dan berenang. Dengan empat teman Aldi, Haris, sholeh dan Alfi terlebih dahulu berendam masuk ke waduk, barulah Ghofur menyusul.

 "Empat temannya juga kaget kok Ghofur tidak muncul," kata Hery kepada Wartawan
Belakangan, keempat temannya baru tahu kalau Ghofur tidak bisa berenang.

Jasad Gufron sendiri kali pertama dievakuasi oleh warga bernama Askan (50) Ketua RT, yang dalam pencarian di dalam waduk selama 30 menit. Warga pun lantas beramai-ramai mengangkat tubuh  bocah malang itu ke darat. Karena nadinya masih berdenyut, korban langsung dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan dan meninggal sesaat dalam perawatan di IGD. (Fai)

Label: ,