Minggu, 10 Februari 2013

Kekalahan Perdana Persela Dikandang








Lamongan - Itu adalah kekalahan kandang terbesar Persela yang diterima musim ini. Musim 2013/2014 ISL, Perseram mengalahkan Persela di kandang (10/2/2013).

Memang Persiram bukanlah tim yang dulu mudah ditaklukkan oleh Persela karena Jaya Hartono telah "menyulap" tim itu jadi salah satu penantang serius musim ini. Terbukti Persiram kini ada di urutan ke-8 klasemen dan berselisih delapan angka dari Mitra Kurkar di puncak.

"Hasil lebih mujur, kami hanya menargetkan satu poin, tim kecil dari papan bawah tapi bisa memenagkan pertandingan ini" tutur Jaya Hartono waktu jumpa pers.

"Strategi sangat baik dengan serangan balik, sehingga kita bisa memenagkan pertandingan ini" sambungnya.

Pada laga ini Persela sebenarnya mampu unggul lebih dulu. Di menit ketujuh, Jimmy Suparno sudah membobol gawang Persiram memanfaatkan kesalahan kiper Jendry Pitoy menepis tendagan bebas dari Gustafo Lopes.

Sebenarnya peluang Persela untuk membobol gawang Persiram Raja Ampat sangatlah banyak tapi tak ada yang berbuah gol, hujan yang sangat lebat tak menghentikan pasukan Jaya Hartono mengendorkan serangan.

Terbukti 10 menit Persiram sukses menyamakan kedudukan, melalui tandukan kepala Moses Banggo. Dan di menit 34, Tribun yang ditempati oleh supporter 30 Persiram bersorak lagi, mereka mampu balik unggul lewat sontekan Daryoush Ayobi. Skor 2-1 untuk Persiram bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua pertandingan berlangsung semakin ketat. Persela yang tidak ingin dipermalukan di depan publik tampil ngotot dan keras sehingga wasit menyabut kartu kuning dua untuk Persiram dan satu untuk Persela.

Persiram yang sukses menambah gol. Jeams Koko Lomell memperdayai kiper Choirul Huda untuk kali ketiga. Dia menceploskan bola ke gawang meneruskan umpan sepak pojok. Skor 3-1 untuk Persiram bertahan sampai laga bubar.

Menurut Pelatih Persela Gomes “  Anak asuhnya bermain terburu-buru, Persela tetap kuasai permainan tetapi tidak bisa ciptakan gol ” Ucapnya.

Tak lupa kembang api mewarnai jalanya pertandingan dibabak kedua hingga usai, tak puas dengan keputusan wasit ribuan penonton Persela melempari pemain dan polisi dengan botol dan air mineral lantaran tak bisa menerima kekalahan 1-3 atas tim tamu Persiram, Jendry Pitoy pun membalas melempar balik ke penonton yang melempari teman timnya.

Bahkan Wakapolres Lamongan AKP Yudistira Midyahwan terkena lemparan apel dari penonton, beruntung tak mengalami luka serius. (Fai)

Label: ,

Selasa, 05 Februari 2013

Diduga Pembuang Orok, Dijemput Dari Rumah Sakit





Lamongan - Geger penemuan orok berjenis kelamin laki-laki  di Kelurahan Sukomulyo, Lamongan empat hari yang lalu.

Polisi pun berhasil membawa pelaku yang di duga ibu kandung si orok, Hindun (40) warga Dusun Pilaggadung RT 1 RW 7 Desa Tambarigadung Kecamatan Tikung . dari Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan Selasa (6/2/2013).

Pada sabtu kemarin, muncul kabar heboh tentang penemuan orok yang mengapung di permukaan air saluran. Orok tersebut ditemukan pertama kalinya oleh Didik Wahyudi (37) pemilik bengkel motor yang berjarak radius 50 meter dari lokasi ditemukannya.

Menurut Kasat reskrim, AKP Hasran yang didampingi Kanit reskrim Polsek Kota Mainur, “  Dari penemuan tersebut, Polres dan Polsek yang melakukan olah TKP langsung menyebar menggali informasi, Penyelidikan hari ini adalah hasil dari upaya maksimal dari pada unit kami tentang penemuan bayi dari hari sabtu kemarin, sementara patut diduga  penjeputan seorang ibu untuk dimintai keterangan, yang bersangkutan masuk Rumah Sakit pada hari jum’at jam 23:00 WIB,  dengan alasan habis keguguran kami kembangkan apa ada kaitannya pada hari sabtu. (Fai)

Label: ,

SDN Sugihan Belajar Di Tempat Ibadah







LAMONGAN – Siswa kelas IV SDN Sugihan Kecamatan Solokuro terpaksa  belajar di mushola, proses belajar mengajar ini yang berlangsung selama satu semester ini. Sementara dua ruang kelas IV dan V yang selesai dibangun bertingkat  tidak ditempati karena lembaga khawatir dengan kondisi bangunan  yang retak – retak di beberapa bagian.

“Kita tidak berani menempati ruang kelas yang baru dibangun itu karena kondisinya retak – retak dan mengkhawatirkan,”ungkap Kepala Sekolah SDN Sugihan, Hartoyo di depan sejumlah wartawan saat Wabup Amar Saifudin saat melakukan sidak, Selasa (05/02/2013).

Menurut Hartoyo, ia berharap ada penambahan perbaikan dua ruang kelas itu agar bisa ditempati siswa untuk belajar.  Artinya, perbaikan itu untuk menjamin agar ruangan kelas itu tidak mengkhawatirkan. Selain itu, bagian atap yang dicor juga bocor saat turun hujan. Tidak hanya atap cor, tangga untuk lantai atas juga retak. Bahkan untuk menghindari  kemungkinan terjelek ruang kelas bangunan baru itu disanggah dengan enam batang bambu.

Diakui Hartoyo,  belajar dalam kondisi yang tidak nyaman sangat berpengaruh secara psikologis, baik dirasakan guru pengajar maupun siswa, namun disatu sisi proses belajar mengajar itu harus tetap berjalan. “Kami hanya terjadi apa – apa atau ambruk kalau nekat menempati gedung baru itu,”kata Hartoyo.

Selain SDN Sugihan yang ditangani CV Salsa Mandiri  dengan alokasi anggaran 2012 sebesar  Rp 97. 095.000, termasuk ruang kelas SDN Sugihan yang selesai dibangun 4 Juli 2012. Sementara itu, Amar Saifudin menyatakan sangat prihatin dengan kondisi bangunan, SDN Sugihan. Amar meminta agar Diknas segara memanggil pihak CV Konsultan maupun CV pelaksana untuk mempertanggungjawabkan sekaligus melakukan perbaikan secara maksimal.”Utamanya SDN Sugihan, sampai –sampai tidak berani menempati,”kata Amar.

Permasalahan yang ada  itu pada peratusan Mendiknas nomor 36 tahun 2011, konsekwensinya harus ada sanksi hukum terkait pelaksanaan proyek.” Ucapnya.

Pengawasan yang diberikan Undang-undang sebagai fungsi wabup, rombongan wabup yang dikawal polsek setempat tak tau tempat SDN Sugihan sampai-sampai berhenti dan tanya kepada penjaga toko retil untuk segera tau dimana tempat yang tak bisa dimanfaatkan masyarakat dengan memakain dana DAK 2011. (Fai)

Label:

Selasa, 29 Januari 2013

Hindari Mobil Ngebut, Truk Muatan Kelapa Seruduk Truk Parkir








LAMONGAN –Gara-gara menghindari mobil mewah dan mengantuk saat berkendara, truk bermuatan kelapa tabrak truk tronton bermuatan pupuk yang sedang parkir di depan Puskesmas Sukodadi, Rabu (30/1/2013) pagi.

Kecelakaan ini dimulai dengan sebuah truk nopol DK 9507 WJ yang dikemudikan Gede Swidawe warga desa balaya kerajan, kab Bembaran, Bali melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi menabrak truk tronton nopol H 1971 GY dikemudikan Suhadi (60) asal Pati Jateng yang sedang parkir hingga truk yang bermuatan kelapa kupas ringsek, beruntung tak ada kenet si sebelah kiri sopir.

Pengemudi truk tronton, suhadi mengaku kendaraannya diparkir sekitar jam 05:00 pagi, untuk membatu sesama supir truk yang sedang mogok. “Tiba-tiba sekitar jam 08:00 terjadi benturan keras, waktu di lihat ternyata kendaraanya di hantam truk dari belakang,” ujar Suhadi, saat ditemui di lokasi.

Karena jaraknya terlalu dekat, truk yang dikemudikan Gede menabrak truk parkir  bermuatan pupuk . Karena kerasnya benturan, truk bermuatan kelapa kupas itu mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian depannya, dan muatannya berceceran di jalan,   Sementara sopir truk luka di bagian kaki karena tergencet kepala body truk dan wajahnya terluka terkena pecahan kaca.

Gede mengaku tabrakan terjadi karena dia sudah tidak bisa menguasai kendali saat menghindari mobil avanza, ditambah kondisinya sedang mengantuk, truk tronton bermuatan pupuk parkir melebihi batas jalan “Saya baru sadar saat keluar, ternyata mobil saya sudah menabrak dan masuk belakang truk tronton,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, kondisi lalulintas di jalan raya Sukodadi menjadi tersendat. Selain karena truk tronton yang berada di tengah badan jalan, banyaknya pengguna jalan raya yang mengehentikan laju kendaraannya hanya untuk melihat kejadian itu juga manambah kondisi lalulintas semakin macet. (Fai)

Label: ,